QRIS, Virtual Account, atau E-Wallet: Mana Paling Murah buat Jualan Digital?
24 Agustus 2026 · 9 menit baca

Kalau kamu tanya qris atau transfer bank lebih murah, jawabannya baru ada setelah kamu sebut harga produknya. QRIS ditagih persentase dari nilai transaksi. Virtual Account ditagih flat — angkanya sama saja mau produkmu Rp30.000 atau Rp3.000.000. Dua bentuk biaya ini berpotongan di satu titik, dan dengan tarif yang berlaku sekarang titik itu ada di sekitar Rp634.000.
Di bawah angka itu QRIS hampir selalu menang. Di atasnya VA yang flat unggul, dan selisihnya melebar makin mahal produkmu. E-wallet ada di posisi paling tidak menguntungkan: bentuk biayanya persentase sama seperti QRIS, tapi tarifnya dua sampai tiga kali lipat — secara matematis e-wallet tidak pernah mengalahkan QRIS di harga berapa pun.
Ini bukan panduan setup. Kalau kamu belum punya QRIS sama sekali, langkah pendaftarannya sudah dibahas terpisah di panduan menerima pembayaran QRIS untuk freelancer dan creator. Yang dibahas di sini adalah keputusannya: metode mana yang kamu tampilkan di checkout, pada rentang harga berapa, dan siapa yang akhirnya menanggung biayanya.
Bentuk biayanya cuma dua: flat dan persentase
Sebelum masuk ke angka, pahami dulu bentuknya, karena ini yang menentukan segalanya:
- Virtual Account — flat per transaksi, tidak peduli nominalnya. Ini yang bikin VA mahal untuk produk murah dan sangat murah untuk produk mahal.
- QRIS — persentase murni, tanpa komponen flat. Potongan untuk transaksi Rp20.000 benar-benar kecil, tapi naik proporsional terus.
- E-wallet (GoPay, OVO, ShopeePay, DANA) — persentase juga, tapi tarifnya di atas QRIS.
- Kartu kredit — persentase besar plus flat. Paling mahal di hampir semua skenario produk digital lokal.
Berikut tarif yang dipublikasikan dua payment gateway besar Indonesia, per Juli 2026. Angka begini berubah dari waktu ke waktu dan biasanya bisa dinegosiasikan kalau volumemu besar, jadi cek halaman harga resmi mereka sebelum memutuskan:
| Metode | Midtrans (Juli 2026) | DOKU (Juli 2026) |
|---|---|---|
| Virtual Account | Rp4.000 / transaksi | Rp4.000 / transaksi |
| QRIS | 0,7% | 0,7% |
| GoPay | 2% | — |
| DANA | 1,5% | 1,5% |
| OVO | 1,5% | 2% – 3,18% |
| ShopeePay | 2% | 2% – 4% |
| LinkAja | — | 2% – 3,5% atau Rp2.500 |
| Kartu kredit | 2,9% + Rp2.000 | 2,80% + Rp2.000 |
Jebakan pertama: angka rate card belum tentu angka yang kamu bayar
Ini bagian yang paling sering bikin hitungan meleset. Di halaman harga Midtrans ada catatan kecil: semua biaya transaksi belum termasuk PPN, kecuali untuk QRIS, GoPay, dan ShopeePay. DOKU menulis hal serupa, "harga belum termasuk PPN", di sepanjang halamannya. Jadi tarif QRIS 0,7% itu sudah all-in, sementara VA Rp4.000 belum.
Di pembukuan kami sendiri, VA yang tertulis Rp4.000 ditagih Rp4.440 — selisihnya sekitar 11%. Kalau selisih yang sama kamu terapkan ke metode lain yang belum termasuk pajak, tarif efektifnya jadi begini: DANA dan OVO dari 1,5% menjadi sekitar 1,665%, kartu kredit dari 2,9% + Rp2.000 menjadi sekitar 3,22% + Rp2.220. QRIS, GoPay, dan ShopeePay tidak bergerak karena memang sudah termasuk pajak sejak awal.
Tarif pajak bisa berubah dan penerapannya beda-beda antar penyedia, jadi jangan pakai angka artikel ini untuk pembukuan — buka faktur dari gateway-mu sendiri, dan kalau menyangkut pelaporan, tanyakan ke konsultan pajak. Untuk memilih metode, yang penting cuma satu: bandingkan angka setelah pajak, bukan angka rate card.
Tabel biaya tiap metode di tiap rentang harga
Simulasi potongan untuk satu transaksi, memakai tarif all-in di atas. Anggap ini ilustrasi untuk melihat polanya, bukan kutipan harga resmi:
| Harga produk | QRIS (0,70%) | VA (Rp4.440) | DANA / OVO (1,665%) | GoPay / ShopeePay (2%) | Kartu (3,22% + Rp2.220) |
|---|---|---|---|---|---|
| Rp50.000 | Rp350 | Rp4.440 | Rp833 | Rp1.000 | Rp3.830 |
| Rp150.000 | Rp1.050 | Rp4.440 | Rp2.498 | Rp3.000 | Rp7.050 |
| Rp299.000 | Rp2.093 | Rp4.440 | Rp4.978 | Rp5.980 | Rp11.848 |
| Rp634.000 | Rp4.438 | Rp4.440 | Rp10.556 | Rp12.680 | Rp22.635 |
| Rp1.500.000 | Rp10.500 | Rp4.440 | Rp24.975 | Rp30.000 | Rp50.520 |
| Rp5.000.000 | Rp35.000 | Rp4.440 | Rp83.250 | Rp100.000 | Rp163.220 |
Perhatikan baris Rp634.000 — di situ QRIS dan VA praktis seri. Lalu lihat baris terakhir: menjual kelas online Rp5 juta lewat QRIS memotong Rp35.000, lewat VA cuma Rp4.440. Selisihnya Rp30.560 per transaksi, hanya karena pilihan metode. Kalau kelas itu terjual 40 kali sebulan, bedanya lebih dari satu juta rupiah.
Hitung sendiri di harga berapa QRIS atau transfer bank lebih murah
Tidak perlu menghafal tabel. Titik impas antara metode flat dan metode persentase cuma satu pembagian:
titik impas = biaya flat ÷ tarif persentase
Dengan angka all-in tadi:
- VA vs QRIS: Rp4.440 ÷ 0,007 = Rp634.286. Di bawah itu pakai QRIS, di atasnya VA.
- VA vs DANA/OVO: Rp4.440 ÷ 0,01665 = sekitar Rp267.000.
- VA vs GoPay/ShopeePay: Rp4.440 ÷ 0,02 = Rp222.000.
Punya tarif hasil negosiasi? Masukkan angkamu ke rumus yang sama, jangan pinjam titik impas orang lain. Dan satu aturan yang berlaku tanpa pengecualian selama tarifnya seperti sekarang: QRIS selalu lebih murah dari e-wallet mana pun, di harga berapa pun. Keduanya sama-sama persentase murni, dan 0,7% tidak akan pernah kalah dari 1,665%. Kalau ada e-wallet di checkout-mu, alasannya harus preferensi pembeli, bukan penghematan biaya.
MDR QRIS untuk penjual bukan satu angka tunggal
Banyak yang mengira MDR QRIS itu satu angka yang berlaku universal. Tidak begitu. MDR QRIS ditetapkan Bank Indonesia dan dibedakan per kategori merchant — usaha mikro punya perlakuan sendiri, begitu juga kategori khusus seperti pendidikan, SPBU, serta layanan sosial dan donasi. Ketentuannya pernah beberapa kali direvisi, jadi kami sengaja tidak mencantumkan angka per kategori di sini: cek ke bi.go.id atau tanyakan ke acquirer tempat kamu mendaftar. Pastikan juga kategori merchant-mu didaftarkan dengan benar sejak awal — salah kategori berarti kamu membayar MDR yang bukan hakmu berbulan-bulan tanpa sadar.
Yang juga perlu kamu pahami: 0,7% di rate card payment gateway itu bukan MDR murni. Itu harga jual gateway, yang sudah membungkus MDR ke acquirer, margin gateway, dan pajak. Konsekuensinya, mendaftar QRIS langsung lewat bank atau lewat penyedia QRIS statis bisa memberi angka berbeda — kadang lebih rendah, tapi biasanya kamu kehilangan konfirmasi pembayaran otomatis dan harus mencocokkan mutasi manual. Untuk produk digital yang harus terkirim begitu dibayar, itu mahal sekali dalam bentuk waktu.
Satu lagi: QRIS punya batas nominal maksimum per transaksi yang ditetapkan regulator dan pernah beberapa kali dinaikkan. Kalau kamu menjual paket high-ticket, pastikan harganya masih di bawah batas yang berlaku sekarang — cek ke sumber resminya, jangan ke artikel blog mana pun termasuk yang ini.
Kapan biaya Virtual Account justru menguntungkan
Karena strukturnya flat, biaya Virtual Account untuk jualan online punya sifat unik: bobotnya menyusut secara persentase seiring naiknya harga. Di produk Rp50.000, Rp4.440 itu setara 8,9% — brutal. Di produk Rp5.000.000, angka yang sama cuma 0,09%.
Jadi VA masuk akal ketika:
- Harga produkmu di atas sekitar Rp634.000 — kelas online, paket mentoring, lisensi tim, tiket VIP.
- Pembelimu perusahaan atau institusi. Bagian keuangan kantor umumnya hanya bisa transfer bank dan butuh bukti transfer yang rapi; QRIS sering tidak diterima di alur reimbursement mereka.
- Nominalnya melebihi limit QRIS, atau melebihi saldo e-wallet kebanyakan orang. Tidak banyak yang menyimpan Rp3 juta di ShopeePay.
Tapi VA punya ongkos yang tidak pernah muncul di rate card: friksi.
Friksi, settlement, dan keberhasilan bayar
Menghemat 1% biaya jadi tidak ada artinya kalau kamu kehilangan pembelinya di tengah jalan. Bandingkan jumlah langkah yang harus dilakukan pembeli:
- QRIS — buka aplikasi bank atau dompet apa pun, scan atau tekan tombol bayar, PIN, selesai. Nominalnya terisi otomatis, jadi tidak ada risiko salah ketik.
- E-wallet — pindah aplikasi, lalu ketemu tembok klasik: saldo kurang. Pembeli harus top up dulu, dan di titik itu sebagian orang menyerah.
- Virtual Account — keluar dari checkout, buka m-banking, salin nomor VA yang panjang, masukkan nominal, konfirmasi. Banyak langkah, dan ada jendela waktu kedaluwarsa. Pembeli impulsif sering hilang di sini.
Soal waktu settlement, kami sengaja tidak memberi angka H+ karena itu ditentukan jadwal pencairan penyedia pembayaran dan platform yang kamu pakai, bukan oleh metodenya. Yang berlaku umum: konfirmasi pembayaran QRIS, VA, dan e-wallet sama-sama real-time lewat webhook, jadi produk digital tetap terkirim otomatis dalam hitungan detik untuk ketiganya. Yang berbeda cuma kapan uangnya mendarat di rekeningmu. Tanyakan tiga hal ini ke penyediamu: jadwal pencairan per metode, ada tidaknya masa tahan untuk merchant baru, dan biaya transfer payout.
Soal tingkat keberhasilan bayar, jangan percaya angka rata-rata industri dari mana pun, termasuk dari artikel ini. Ukur milikmu sendiri dengan keberhasilan = order berstatus PAID ÷ order yang dibuat, dipecah per metode, minimal satu bulan. Rasio itu jauh lebih berguna daripada benchmark orang lain karena sangat bergantung pada siapa audiensmu. Kalau satu metode hasilnya jauh lebih rendah, matikan saja — biaya termurah tidak ada gunanya kalau pembelinya batal di tengah jalan.
Siapa yang menanggung biayanya
Ada dua pilihan, dan keduanya sah:
- Kamu yang menyerap. Harga tetap bulat dan enak dilihat, tapi margin tergerus. Cocok untuk produk bermargin tinggi.
- Pembeli yang menanggung sebagai biaya layanan yang muncul saat memilih metode. Marginmu utuh, dan pembeli otomatis terdorong ke metode termurah karena melihat selisihnya langsung. Ini cara paling efektif mengarahkan orang ke QRIS tanpa menyembunyikan metode lain.
Kalau ambil opsi kedua, tampilkan selisihnya apa adanya di halaman checkout, jangan diselipkan di langkah paling akhir. Biaya yang muncul mendadak di detik terakhir adalah penyebab keranjang ditinggalkan yang paling gampang dihindari.
Yang sering terlewat: biaya metode pembayaran ini menumpuk di atas potongan platform tempat kamu berjualan, dan dua-duanya memotong dari transaksi yang sama. Kalau kamu belum pernah membandingkan potongan antar platform, rinciannya ada di perbandingan biaya platform jualan digital di Indonesia, dan cara menjumlahkan semuanya sampai ketemu angka yang benar-benar masuk kantong dibahas di panduan menghitung untung bersih setelah potongan platform.
Rekomendasi praktis per rentang harga
| Rentang harga | Contoh produk | Metode utama | Catatan |
|---|---|---|---|
| Di bawah Rp100.000 | Ebook, template, preset | QRIS | VA terlalu mahal secara persentase. Cukup QRIS saja. |
| Rp100.000 – Rp634.000 | Kelas mini, bundle, tiket | QRIS utama | Tambahkan satu e-wallet paling populer di audiensmu, itu pun demi kenyamanan. |
| Di atas Rp634.000 | Kelas online, mentoring | VA + QRIS | Tampilkan VA lebih menonjol. Selisihnya sudah signifikan. |
| Di atas Rp2.000.000 | Paket korporat, lisensi tim | VA | Sekalian cocok dengan alur keuangan pembeli institusi. |
| Donasi / bayar sukarela | Tip, dukungan | QRIS | Nominal kecil dan spontan. Friksi sekecil mungkin lebih penting dari apa pun. |
Kapan saran ini tidak berlaku
Beberapa situasi membalik semua hitungan di atas, dan lebih baik kami sebutkan daripada kamu menemukannya sendiri setelah rugi:
- Volume penjualanmu masih kecil. Kalau sebulan baru sepuluh transaksi, selisih biayanya mungkin tidak sampai seratus ribu rupiah. Waktumu lebih bernilai kalau dipakai menambah penjualan, bukan mengoptimalkan potongan.
- Pembelimu dari luar negeri. QRIS dan VA lokal tidak relevan, dan kartu kredit yang tadi terlihat mahal justru jadi satu-satunya pilihan.
- Audiensmu terikat pada satu dompet digital. Kalau mayoritas pembelimu memang menyimpan saldo di satu e-wallet, memaksa mereka pindah ke QRIS bisa menurunkan konversi lebih besar daripada penghematan biayanya. Ukur, jangan asumsi.
- Kamu memakai akun merchant QRIS langsung dari bank dengan MDR hasil negosiasi. Tarifmu bisa berbeda jauh dari rate card gateway, jadi hitung ulang titik impasnya dengan angkamu sendiri.
Ringkasnya
Kalau produkmu di bawah kira-kira Rp634.000, QRIS jawabannya, dan tidak perlu dipikirkan lagi. Di atas angka itu, Virtual Account yang flat mulai jauh lebih hemat dan bedanya membesar terus. E-wallet tidak pernah menang soal biaya, jadi hadirkan seperlunya demi kenyamanan pembeli. Kartu kredit simpan untuk pembeli internasional.
Dua hal yang paling gampang dilupakan: pakai angka setelah pajak saat menghitung, dan ukur keberhasilan bayar tiap metode di datamu sendiri sebelum memutuskan mana yang dimatikan.
Kalau kamu ingin semua metode ini aktif tanpa mengurus integrasi satu per satu, buat toko di Avora — QRIS, Virtual Account, GoPay, OVO, ShopeePay, dan DANA sudah tersedia di checkout, biaya layanan tiap metode ditampilkan apa adanya ke pembeli, dan yang termurah ditandai supaya mereka cenderung memilihnya sendiri.
Mulai jualan di Avora hari ini
Buat halaman bio-link, tambahkan produk, dan terima pembayaran lokal dalam hitungan menit.
Daftar GratisArtikel Lainnya
Jual Produk Digital di Shopee atau Toko Sendiri? Ini Hitungannya
Bandingkan take-rate marketplace plus biaya iklan internal vs toko sendiri, aturan produk digital, dan siapa yang benar-benar memiliki data pembelimu.
Jualan Produk Digital Perlu Badan Usaha atau Tidak? Ini Kapan Waktunya
Jualan online perlu badan usaha atau tidak? Ini pemicu nyata yang bikin PT atau CV jadi perlu, beda NIB dengan badan usaha, dan urutan mengurusnya.