Kembali ke Beranda

Kebijakan Privasi

Versi 2026-10-01 — terakhir diperbarui 1 Oktober 2026

Avora adalah platform yang membantu creator Indonesia menjual produk digital, kursus, event, dan lainnya lewat satu halaman bio-link. Halaman ini menjelaskan data apa yang kami kumpulkan, untuk apa, dan hak kamu atas data tersebut.

Data yang kami kumpulkan

  • Akun creator: nama, email, nomor telepon (opsional), foto profil.
  • NIK (Nomor Induk Kependudukan) — hanya diminta sebelum menambah rekening bank untuk penarikan saldo, sebagai deterrent penipuan berbasis kejujuran, bukan verifikasi identitas resmi (KYC).
  • Data verifikasi identitas: saat kamu memulai verifikasi identitas — yang diperlukan sebelum bisa menarik saldo — kami mengumpulkan foto wajah, rekaman gerak (liveness), dan gambar dokumen identitasmu, beserta nama, nomor dokumen, tanggal lahir, dan jenis kelamin yang terbaca dari dokumen tersebut. Foto wajah dan rekaman gerak adalah data biometrik, yaitu data pribadi yang bersifat spesifik. Kami hanya memintanya kalau kamu memulai proses verifikasi, dan hanya untuk memastikan pemilik rekening penerima saldo adalah orang yang sama dengan pemilik akun.
  • Data pembeli: nama, email, nomor telepon, dan alamat pengiriman (khusus produk fisik), dikumpulkan saat checkout untuk pengiriman dan pemenuhan pesanan.
  • Pesan terkait pesanan: isi pesan antara pembeli dan creator, waktu pengiriman, serta status baca.
  • Data pembayaran: diproses oleh Xendit atau DOKU melalui Aira Pay, sesuai metode yang dipilih — Avora tidak pernah menyimpan nomor kartu kredit/debit kamu.
  • Data teknis: alamat IP dan info perangkat, dikumpulkan untuk keamanan (mencegah penyalahgunaan login/checkout) dan analitik kunjungan halaman creator.

Untuk apa data ini digunakan

  • Membuat dan mengamankan akunmu (login, verifikasi 2 langkah via email).
  • Memproses pembayaran dan mengirim produk/akses yang sudah dibeli.
  • Menangani bantuan, laporan, dugaan penipuan, komplain, dan refund.
  • Mencegah penipuan dan penyalahgunaan (rate limiting, deteksi login mencurigakan).
  • Mengirim notifikasi transaksional (konfirmasi pesanan, pengingat pembayaran) — bukan pemasaran tanpa persetujuan.

Dibagikan dengan siapa

Avora tidak menjual data kamu. Data dibagikan hanya dengan penyedia layanan yang menjalankan platform ini: Xendit, DOKU, dan Aira Pay (pemrosesan pembayaran), Didit (verifikasi identitas), Resend (pengiriman email), dan AWS S3 (penyimpanan file/gambar).

Verifikasi identitas dijalankan oleh Didit. Foto wajah, rekaman gerak, dan gambar dokumen identitasmu dikirim ke Didit untuk diperiksa; yang kembali dan tersimpan di Avora hanyalah hasilnya — status verifikasi, nama dan nomor dokumen yang terbaca, tanggal lahir, jenis kelamin, serta tanggal verifikasi. Nama yang tersimpan itu hasil pembacaan otomatis atas dokumenmu, bukan pencocokan ke basis data kependudukan. Data ini kami simpan selama akunmu aktif karena ia yang membuka akses penarikan saldo, dan dihapus dari akunmu saat akunmu dihapus.

Di dalam Avora, data pembeli dan pesan terkait pesanan dapat dibuka oleh creator penjual serta admin yang memiliki izin saat menangani bantuan, laporan, dugaan penipuan, komplain, atau refund. Setiap akses admin ke percakapan dicatat di log audit dan tidak mengubah tanda baca maupun notifikasi pembeli atau creator.

Berkas yang kamu unggah juga bisa dibuka oleh admin yang memiliki izinuntuk keperluan yang sama. Setiap pembukaan berkas dicatat lengkap dengan alasannya, dan berkas PDF yang dibuka distempel identitas orang yang membukanya.

Hak kamu

Kamu bisa meminta salinan atau penghapusan data akunmu kapan saja lewat halaman Kontak atau email langsung ke hello@avora.id. Kami akan merespons dalam 1-2 hari kerja.

Kamu juga bisa menarik persetujuan verifikasi identitas kapan saja dengan meminta penghapusan data verifikasimu lewat jalur yang sama. Perlu diketahui: verifikasi identitas adalah syarat penarikan saldo, jadi menariknya berarti kamu tidak bisa menarik saldo sampai kamu memverifikasi ulang.

Dokumen ini adalah draf berbahasa sederhana, bukan naskah hukum final — ditinjau terakhir oleh tim internal, belum melalui tinjauan hukum profesional.