Berapa Persen Potongan Platform Creator? Tabel Fee Mayar, Loket, Trakteer

4 Agustus 2026 · 10 menit baca

Berapa Persen Potongan Platform Creator? Tabel Fee Mayar, Loket, Trakteer

Jawaban singkatnya: per 29 Juli 2026, berapa persen potongan platform creator di Indonesia ada di rentang 0% sampai 5% dari nilai transaksi — itu angka yang bisa saya buka sendiri di halaman resmi masing-masing platform hari itu. Tapi persentase itu baru lapis pertama. Di atasnya masih ada biaya channel pembayaran (QRIS 0,7%–1,2%, Virtual Account Rp4.000–Rp5.000) dan biaya penarikan dana, yang hampir tidak pernah ikut dihitung orang waktu membandingkan platform.

Halaman ini sengaja pendek narasinya dan panjang tabelnya: satu tabel apple-to-apple lintas platform, lengkap dengan baris biaya penarikan dan kolom tanggal terakhir dicek, supaya ada satu rujukan angka yang jelas umurnya. Kalau kamu butuh penjelasan konsepnya lebih pelan dulu, mulai dari rangkuman biaya platform jualan digital di Indonesia, baru balik ke sini untuk angkanya.

Aturan mainnya cuma satu: sebuah angka boleh masuk tabel hanya kalau saya berhasil membuka halaman resminya sendiri pada tanggal di kolom terakhir. Kalau tidak bisa, kolomnya saya kosongkan dan saya tulis alasannya — bukan saya isi dengan angka lama. Tarif berubah tanpa pengumuman, jadi perlakukan tabel ini sebagai titik awal, bukan kontrak.

Tabel: berapa persen potongan platform creator di Indonesia

Platform & paketBiaya bulananFee platformBiaya penarikanTerakhir dicek
Avora — FreeRp00% dari harga produk (biaya layanan dibayar pembeli)Rp5.000; min. tarik Rp50.00029 Jul 2026
Avora — ProRp99.0000% (skema sama)Gratis29 Jul 2026
Avora — BrandpreneurRp299.0000% (skema sama)Gratis29 Jul 2026
Mayar — StarterRp01,5% link pembayaran/invoice · 3% produk fisik · 4% produk digital · 4% membership/SaaSTidak dicantumkan29 Jul 2026
Mayar — BusinessRp349.0001% · 2% · 3% · 3% (urutan jenis produk sama)Tidak dicantumkan29 Jul 2026
Mayar — EnterpriseHubungi sales0%Tidak dicantumkan29 Jul 2026
Loket — tiket eventRp03,5% × total penjualan, sudah termasuk PPNTidak dicantumkan; dana cair 3–5 hari kerja setelah event29 Jul 2026
Trakteer — donasiRp05% dari total donasiTidak dicantumkan; cair maks. 5 hari kerja29 Jul 2026
Lynk.idBelum terverifikasiBelum terverifikasi — situsnya menolak akses saat pengecekanBelum terverifikasi—

Tiga catatan supaya tabel ini tidak salah dibaca. Pertama, kolom "fee platform" belum termasuk biaya channel pembayaran, kecuali disebutkan lain. Kedua, "tidak dicantumkan" artinya tidak tertulis di halaman resmi yang saya buka — bukan berarti gratis, jadi tanya CS-nya sebelum kamu asumsikan. Ketiga, "belum terverifikasi" bukan tuduhan ke platformnya; itu keterbatasan saya hari itu.

Tiga lapis biaya yang sering dikira satu

Sumber kebingungan terbesar soal potongan platform: orang mengadu "5% lawan 3%" padahal yang diadu bukan barang yang sama. Ada tiga lapis berbeda, dan cuma lapis pertama yang dipajang besar-besar di halaman harga.

  1. Fee platform — jatah platform atas jasanya. Ini angka yang dipakai di iklan dan yang paling sering dibandingkan orang.
  2. Biaya channel pembayaran — jatah penyedia pembayaran: QRIS, Virtual Account, e-wallet, kartu kredit. Besarannya mirip di semua platform karena sumbernya memang sama, dan umumnya belum termasuk pajak.
  3. Biaya penarikan — dipungut tiap kali kamu mencairkan saldo ke rekening. Nilainya kecil per transaksi, tapi sifatnya berulang, dan itu yang bikin dampaknya menumpuk.

Untuk gambaran lapis kedua, Mayar memublikasikan tarif channel-nya secara terbuka (per 29 Juli 2026):

Channel pembayaranBiaya
QRIS0,7%
E-wallet1,5%
E-wallet Jenius2%
Bank Transfer (Virtual Account)Rp4.000
Kartu kredit2,60% + Rp2.000
MinimarketRp5.000–Rp7.500
PayLater (Akulaku)1,7%

Halaman harga Avora menyebut kisaran yang mirip untuk lapis ini — QRIS sekitar 1,2%, Virtual Account Rp5.000 — bedanya biaya itu dibebankan ke pembeli, bukan dipotong dari creator. Intinya sama di mana pun: lapis kedua ini nyaris mustahil dihindari siapa pun. Yang berbeda antar platform hanya siapa yang membayarnya.

Catatan per platform

Mayar — potongannya beda per jenis produk

Mayar satu-satunya di daftar ini yang fee platform-nya bertingkat menurut jenis produk, dan selisihnya lumayan jauh. Di paket Starter, link pembayaran dan invoice kena 1,5%, produk fisik 3%, sedangkan produk digital dan membership/SaaS kena 4%. Artinya kalau kamu jualan produk digital, angka "1,5%" yang nempel di kepala dari sekilas lihat halaman harga itu bukan angkamu. Paket Business Rp349.000/bulan menurunkan semuanya satu tingkat: 1%, 2%, dan 3%. Halaman harganya tidak mencantumkan biaya pencairan maupun minimum penarikan — tanyakan langsung.

Loket — komisi platform tiket event

Untuk event, hitungannya beda dan ini yang sering bikin organizer kaget. Biaya layanan tiket di Loket adalah 3,5% dikali total penjualan (harga tiket × jumlah tiket terjual), besarannya sama untuk semua metode pembayaran, dan menurut halaman biaya resminya sudah termasuk PPN. PB1 alias pajak hiburan tetap tanggung jawab event creator.

Dua hal yang paling layak dicatat. Satu, kamu bisa memilih model biaya: dipotong dari pendapatanmu, atau ditambahkan ke harga yang dibayar pembeli — diatur saat membuat event atau lewat tim support. Dua, Loket menuliskan kebijakan bahwa biaya layanan 3,5% tetap berlaku atas transaksi yang sudah terjadi meskipun eventnya dibatalkan. Itu klausa yang wajib kamu baca sebelum jualan tiket, bukan sesudah.

Ada juga program layanan 1,2% yang diumumkan di blog resmi Loket (3 November 2025). Syaratnya bukan sekadar mendaftar: eventmu belum boleh ada transaksi sama sekali saat mengajukan, dan kamu harus bersedia memenuhi sejumlah permintaan marketing — antara lain menjual tiket secara eksklusif di Loket, memasang logo dan menyebut Loket sebagai official ticketing partner di materi promosi, serta penempatan iklan Loket di venue. Loket juga berhak menolak atau membatalkan keikutsertaan sewaktu-waktu. Jadi itu bukan diskon gratis; itu barter dengan eksklusivitas distribusi.

Trakteer — donasi

FAQ resmi Trakteer menyebut biaya administrasi 5% dari total donasi yang didapat, dan dana cair maksimal 5 hari kerja setelah permintaan penarikan diverifikasi sistem. Tidak ada biaya penarikan maupun minimum pencairan yang disebutkan di halaman itu. Halaman FAQ jenis ini jarang diperbarui, jadi konfirmasi ke support kalau angkanya kritikal buatmu.

Lynk.id — kenapa barisnya kosong

"Biaya admin Lynk.id berapa persen" termasuk pertanyaan yang paling sering muncul, dan saya sengaja tidak mengisinya. Situs Lynk.id menolak akses otomatis saat pengecekan, jadi saya tidak bisa membaca halaman harganya sendiri pada 29 Juli 2026. Saya punya catatan dari arsip beberapa bulan sebelumnya, tapi tarif adalah data yang paling cepat basi — apalagi kalau sempat ditampilkan dengan format harga dicoret, yang umumnya menandakan tarif promosi. Menyalin angka lama ke tabel yang tujuannya jadi rujukan justru merusak gunanya.

Jadi untuk Lynk.id: buka sendiri halaman harganya, dan percayai yang kamu lihat di layar hari itu. Perbandingan sisi non-biayanya — fitur, model checkout, kepemilikan data pembeli — saya bahas terpisah di Lynk.id vs Linktree vs Avora.

Avora

Modelnya berbeda sendiri, jadi perlu dijelaskan apa adanya supaya tidak terdengar seperti sulap. Avora tidak memotong persentase dari harga produk: creator menerima 100% harga jual, dan biaya layanan dibayar pembeli per metode pembayaran (QRIS sekitar 1,2%, Virtual Account Rp5.000), sama di semua paket. Trade-off-nya nyata dan sebaiknya kamu sadari di depan — total yang dibayar pembeli jadi sedikit lebih tinggi dari harga yang kamu pasang, persis seperti opsi "dibayar pelanggan" di Loket. Untuk penarikan, paket Free kena Rp5.000 dengan minimum tarik Rp50.000, sedangkan Pro dan Brandpreneur gratis.

Konsekuensi yang jarang disebut: karena fee-nya sama di semua paket, naik paket di Avora tidak menghemat fee sama sekali. Yang kamu beli saat upgrade adalah fitur (custom domain, analitik lengkap, email marketing) plus penarikan gratis — bukan potongan yang lebih murah.

Biaya penarikan: kolom yang paling sering dilupakan

Persentase gampang dibandingkan, biaya penarikan tidak — padahal dampaknya paling terasa buat creator yang omzetnya masih kecil. Sebagai ilustrasi (angka simulasi, bukan kutipan resmi): kalau kamu mencairkan saldo empat kali sebulan dan tiap penarikan kena Rp5.000, itu Rp20.000 per bulan alias Rp240.000 setahun. Buat creator dengan omzet Rp2 juta per bulan, itu setara tambahan sekitar 1% potongan yang tidak muncul di brosur mana pun.

Dua kebiasaan yang menyelamatkan uang di sini, keduanya gratis. Tarik saldo lebih jarang dengan nominal lebih besar — biaya flat menghukum pencairan receh. Lalu cek apakah paket berbayar yang terlanjur kamu bayar ternyata sudah menggratiskan penarikan.

Simulasi apple-to-apple: produk digital Rp150.000

Angka di bawah adalah ilustrasi, bukan kutipan resmi. Asumsinya satu produk digital seharga Rp150.000, satu penjualan, dan hanya menghitung fee platform — biaya channel dan biaya penarikan dikecualikan supaya perbandingannya benar-benar setara.

PaketFee platformPotonganDiterima creator
Avora (semua paket)0%Rp0Rp150.000
Mayar Business (produk digital)3%Rp4.500Rp145.500
Mayar Starter (produk digital)4%Rp6.000Rp144.000

Loket dan Trakteer tidak masuk tabel itu karena kategorinya berbeda; sebagai pembanding kasar pada nilai yang sama, 3,5% dari Rp150.000 adalah Rp5.250 dan 5% adalah Rp7.500. Selisih terbesar di seluruh perbandingan ini cuma beberapa ribu rupiah per transaksi — dan itu justru poinnya: pada volume kecil, beda fee platform hampir tidak berarti dibanding beda konversi halaman checkout. Untuk menghitung angka bersih yang benar-benar masuk rekening, termasuk channel, penarikan, dan langganan bulanan, ikuti panduan cara menghitung untung bersih setelah potongan platform.

Kapan langganan bulanan baru balik modal

Ini aritmetika sederhana yang sering dilewat. Naik paket masuk akal hanya kalau penghematan persentasenya melampaui biaya bulanannya. Rumusnya: biaya bulanan dibagi selisih persentase (dalam desimal) = omzet minimum per bulan agar impas.

Contoh dengan angka yang terverifikasi: Mayar Business Rp349.000/bulan menurunkan fee produk digital dari 4% ke 3%, jadi penghematannya 1%. Titik impasnya Rp349.000 dibagi 0,01 = sekitar Rp34,9 juta omzet per bulan. Di bawah angka itu, kamu membayar lebih mahal demi fee yang lebih murah. Bacaan jujurnya: paket seperti itu memang dijual untuk fiturnya, bukan untuk penghematan fee-nya — dan tidak apa-apa, selama kamu sadar sedang membeli yang mana.

Kasus Avora menunjukkan sisi lain dari rumus yang sama. Karena selisih fee antar paketnya nol, pembaginya nol dan titik impasnya tidak pernah tercapai lewat jalur fee. Upgrade di sana hanya masuk akal kalau fitur atau penarikan gratisnya memang kamu pakai. Terapkan cara baca ini ke platform mana pun sebelum menekan tombol upgrade.

Empat jebakan saat membandingkan potongan platform

  • Potongan dihitung dari harga jual, bukan dari untungmu. Fee 5% pada produk dengan margin 20% memakan seperempat marginmu. Ukur fee terhadap margin, bukan terhadap omzet.
  • Angka promo dikira permanen. Tarif berformat harga dicoret, atau yang diumumkan lewat blog seperti program 1,2% Loket, hampir selalu punya masa berlaku dan syarat.
  • Fee tetap jalan saat event batal atau order bermasalah. Loket menuliskannya eksplisit; platform lain belum tentu, jadi tanyakan sebelum mulai jualan.
  • Membandingkan platform beda kategori. Trakteer dibangun untuk donasi, Loket untuk tiket. Mengadu 5% Trakteer dengan 3% platform produk digital itu seperti membandingkan harga bensin dengan harga listrik.

Kapan tabel ini tidak boleh jadi dasar keputusan

Fee adalah faktor yang paling gampang diukur, dan justru karena itu paling sering diberi bobot berlebihan. Ada tiga situasi di mana saya menyarankan kamu mengabaikan tabel di atas.

Pertama, kalau omzetmu masih di bawah beberapa juta rupiah per bulan — selisih dua persen di angka segitu tidak sebanding dengan waktu dan risiko migrasi. Kedua, kalau platform yang fee-nya lebih mahal memberi distribusi yang tidak bisa kamu beli sendiri; audiens organik Loket untuk event publik contoh paling nyata. Ketiga, kalau kamu berjualan lewat metode pembayaran yang tidak didukung platform murah itu — konversi yang hilang jauh lebih mahal daripada selisih fee.

Yang benar-benar layak jadi alasan pindah biasanya bukan angka persennya, melainkan hal yang tidak muncul di tabel mana pun: kepemilikan data pembeli, kecepatan pencairan, kualitas halaman checkout, dan apakah kamu bisa membangun brand sendiri di atasnya. Kalau kamu sedang menimbang pindah, pembandingnya saya tulis di halaman alternatif Lynk.id. Dan kalau model "creator terima 100%, biaya layanan dibayar pembeli" terdengar lebih cocok untuk produkmu, rinciannya ada di halaman paket Avora — dengan catatan yang sama seperti platform lain di sini: cek langsung sebelum memutuskan.

Tabel ini diperbarui begitu saya menemukan perubahan tarif. Kalau kamu menemukan angka yang tidak lagi cocok dengan halaman resminya, kabari saya — lebih baik dikoreksi daripada jadi rujukan yang salah.

Gratis, tanpa kartu kredit

Mulai jualan di Avora hari ini

Buat halaman bio-link, tambahkan produk, dan terima pembayaran lokal dalam hitungan menit.

Daftar Gratis