Mayar vs Lynk.id vs Avora: Bagus Mana untuk Jualan Produk Digital?
9 September 2026 · 11 menit baca

Kalau kamu sedang memilih antara Mayar vs Lynk.id vs Avora untuk jualan produk digital, ringkasannya begini: Mayar paling kuat kalau uangmu datang dari transaksi bisnis — payment link, invoice, penagihan berulang, integrasi ke sistem lain. Lynk.id paling nyaman kalau kamu creator media sosial yang butuh satu halaman bio-link rapi dengan katalog produk di bawahnya. Avora masuk akal kalau kamu ingin harga yang kamu tulis adalah harga yang kamu terima — biaya layanan dibayar pembeli — dan kamu mau alat jualan lanjutan seperti afiliasi dan email marketing dalam satu tempat.
Masalahnya, hampir semua orang membandingkan ketiganya lewat satu angka: berapa persen potongannya. Itu cara tercepat mengambil keputusan yang salah. Di Mayar, tarifnya bertingkat menurut jenis produk — jualan e-book dan jualan tiket event kena angka yang berbeda. Lalu ada biaya kanal pembayaran yang dihitung terpisah. Struktur inilah yang menentukan berapa yang benar-benar mendarat di rekeningmu, bukan angka besar di halaman promosi.
Satu hal supaya kamu membaca ini dengan takaran yang tepat: angka Mayar di bawah saya ambil langsung dari halaman harga resminya pada 29 Juli 2026. Angka Lynk.id tidak saya cantumkan sama sekali — situsnya menolak akses otomatis saat pengecekan, dan saya tidak mau menulis tarif kompetitor dari ingatan. Sebagai gantinya, ada daftar apa yang perlu kamu cek sendiri di halaman harga mereka.
Tabel perbandingan Mayar vs Lynk.id vs Avora
Baca baris paling bawah lebih dulu — "cocok untuk" biasanya lebih menentukan daripada baris biaya.
| Aspek | Mayar | Lynk.id | Avora |
|---|---|---|---|
| Karakter utama | Infrastruktur pembayaran & penagihan bisnis | Bio-link + katalog produk creator | Toko creator + alat pertumbuhan |
| Paket & harga | Starter Rp0; Business Rp349.000/bln; Enterprise custom | Cek langsung di halaman harga mereka | Free Rp0; Pro Rp99.000/bln; Brandpreneur Rp299.000/bln |
| Fee produk digital / e-book | 4% (Starter), 3% (Business), 0% (Enterprise) | Cek langsung | 0% dari harga produk di semua paket — biaya layanan dibayar pembeli |
| Fee produk fisik / webinar / event | 3% (Starter), 2% (Business), 0% (Enterprise) | Cek langsung | 0% dari harga produk, sama untuk semua jenis produk |
| Fee payment link / invoice | 1,5% (Starter), 1% (Business), 0% (Enterprise) | Cek langsung | Bukan produk terpisah |
| Biaya kanal pembayaran | Dipublikasikan terbuka: QRIS 0,7%, VA Rp4.000, e-wallet 1,5%, kartu kredit 2,60% + Rp2.000, minimarket Rp5.000–7.500 | Cek langsung | Tidak dirinci di daftar paket; konfirmasi di halaman harga |
| Metode bayar | QRIS, VA, e-wallet, kartu kredit, minimarket, paylater | Cek langsung | QRIS, Virtual Account, GoPay, OVO, ShopeePay, DANA |
| Jenis produk | Produk digital, e-book, kelas online, podcast, audio book, membership, SaaS, fisik, webinar, event | Cek langsung | Digital, kursus online, event/tiket, konsultasi 1:1, donasi, produk fisik, blog |
| Alat pemasaran | Blast email, kode promosi | Cek langsung | Afiliasi bawaan, email marketing, kupon, review, analitik, anggota tim |
| Integrasi teknis | Kuat: API, webhook, Zapier, Google Sheets, WhatsApp & Telegram, kurir logistik | Cek langsung | Custom domain (Pro ke atas), analitik, payout bank lokal |
| Cocok untuk | Bisnis dengan invoice, klien B2B, membership berlangganan | Creator sosial media yang butuh cepat rapi | Creator yang mau potongan turun seiring volume + skala lewat afiliasi |
Kolom Lynk.id sengaja kosong di baris angka. Kalau ada artikel perbandingan yang menuliskan tarif Lynk.id tanpa menyebut kapan angkanya dicek, angka itu bisa saja sudah berumur setahun. Rincian struktur potongan platform creator secara umum saya bahas terpisah di berapa persen potongan platform creator.
Yang wajib kamu cek sendiri di halaman harga Lynk.id
- Tarif transaksi untuk jenis produk yang benar-benar kamu jual, bukan angka paling kecil di halaman.
- Apakah angka itu harga normal atau promo. Kalau ditampilkan dengan angka lama dicoret, biasanya itu promo dan bisa naik lagi.
- Biaya kanal pembayaran — apakah sudah termasuk di persentase tadi atau dihitung terpisah.
- Biaya penarikan dana dan minimum saldo tarik.
- Harga tiap paket berbayar dan apa persisnya yang kamu dapat dengan naik paket.
Lima poin ini juga berlaku untuk platform mana pun, termasuk dua lainnya. Screenshot halamannya saat kamu cek — berguna kalau nanti ada perubahan.
Fee platform bukan satu angka: ada tiga lapis
Kesalahan paling mahal saat menimbang Mayar atau Lynk.id adalah menyamakan "fee platform" dengan "total potongan". Yang memotong pendapatanmu sebenarnya ada tiga lapis:
- Fee platform — persentase yang diambil platform dari nilai transaksi.
- Biaya kanal pembayaran — ongkos QRIS, virtual account, atau e-wallet. Sering tidak muncul di tabel perbandingan.
- Biaya penarikan — tarif per pencairan ke rekening bank, plus minimum saldo tarik.
Mayar termasuk paling transparan di lapis kedua, dan itu layak diakui: biaya kanalnya dipublikasikan terbuka — QRIS 0,7%, transfer bank/VA Rp4.000, e-wallet 1,5% (Jenius 2%), kartu kredit 2,60% + Rp2.000, minimarket Rp5.000–7.500, paylater Akulaku 1,7% (per 29 Juli 2026). Konsekuensinya, angka di halaman harganya belum final — lapis kedua masih harus kamu jumlahkan sendiri. Halaman itu juga mencatat biaya kanal belum termasuk pajak dan bisa dibebankan ke pembeli sebagai biaya admin.
Yang paling sering salah baca: fee Mayar bertingkat menurut jenis produk, dan selisihnya lumayan. Di paket Starter, payment link dan invoice kena 1,5%; produk fisik, webinar, dan event 3%; sedangkan produk digital, e-book, membership, SaaS, dan kelas online kena 4%. Jadi kalau yang kamu ingat dari promosi adalah "1,5%" tapi yang kamu jual adalah kelas online, angka itu bukan angkamu. Tabelnya terbuka, tidak ada yang disembunyikan — tapi mudah tertukar.
Simulasi: e-book Rp150.000, 50 penjualan sebulan
Ini ilustrasi untuk menunjukkan cara menghitung, bukan janji hasil. Anggap kamu jual e-book Rp150.000 dan laku 50 kali sebulan — omzet kotor Rp7.500.000, semuanya lewat QRIS. Tarif pihak ketiga di bawah dikutip per Juli 2026; cek halaman resminya sebelum kamu pakai angkanya.
- Mayar Starter — fee platform produk digital 4% = Rp300.000, biaya kanal QRIS 0,7% = Rp52.500. Sisa sekitar Rp7.147.500 kalau biaya kanal kamu tanggung sendiri.
- Mayar Business — fee 3% = Rp225.000 plus QRIS Rp52.500, jadi Rp7.222.500. Tapi dikurangi langganan Rp349.000, hasil bersihnya Rp6.873.500 — lebih kecil dari Starter di volume ini.
- Avora — bentuknya berbeda: tidak ada persentase yang dipotong dari harga produkmu, jadi Rp7.500.000 masuk utuh. Biaya layanan dibayar pembeli di atas harga produk, jadi yang berubah bukan penerimaanmu, melainkan total yang dilihat pembeli di checkout. Angkanya sama di paket Free, Pro, maupun Brandpreneur.
Dua pelajaran dari angka di atas, dan keduanya lebih penting daripada siapa yang menang. Pertama, paket termahal hampir tidak pernah jadi yang paling menguntungkan di volume kecil — Mayar Business kalah oleh paketnya sendiri yang lebih murah di omzet Rp7,5 juta. Kedua, membandingkan ketiganya bukan soal mencari persentase terkecil, tapi memahami siapa yang membayar biaya itu. Model “dipotong dari penjual” dan model “dibayar pembeli” menghasilkan angka penerimaan yang berbeda, tapi juga harga akhir yang berbeda di mata pembeli — dan yang kedua bisa memengaruhi konversi.
Catatan kejujuran: perbandingan di atas hanya menyandingkan fee platform. Biaya penarikan dana dan pajak tidak dihitung, dan ketiganya punya ketentuan sendiri yang bisa berubah.
Kapan langganan bulanan baru balik modal
Kalau paket berbayar sebuah platform menurunkan persentase potongan, rumusnya satu baris: harga langganan ÷ selisih persentase yang kamu hemat. Hasilnya adalah omzet bulanan minimum sebelum langganan itu masuk akal.
- Mayar Starter ke Business, produk digital (Rp349.000/bln): fee turun 4% ke 3%, hemat 1%. Titik impas sekitar Rp34,9 juta omzet per bulan.
- Mayar Starter ke Business, payment link/invoice: turun 1,5% ke 1%, hemat cuma 0,5%. Titik impasnya melompat ke sekitar Rp69,8 juta per bulan.
Rumus ini tidak berlaku untuk Avora, dan itu bukan detail kecil. Karena Avora tidak memotong persentase dari harga produkmu di paket mana pun, selisih yang kamu hemat saat naik paket adalah nol — pembaginya nol, titik impasnya tidak ada. Naik ke Pro atau Brandpreneur tidak mengubah berapa yang kamu terima per penjualan; yang dibeli adalah fiturnya, seperti custom domain dan analitik lengkap.
Jadi ada dua pertanyaan berbeda, dan sering tertukar. Di platform yang potongannya menurun per paket, pertanyaannya kuantitatif: “di omzet berapa langganan ini balik modal?” Di platform yang potongannya rata, pertanyaannya kualitatif: “apakah aku benar-benar butuh fitur ini?” Menjawab pertanyaan pertama untuk platform jenis kedua adalah cara tercepat salah hitung.
Kelebihan dan kekurangan jujur masing-masing
Mayar
Kekuatannya nyata di sisi infrastruktur. Payment link, sistem billing, 1-click checkout, API dan webhook, integrasi Zapier, Google Sheets, WhatsApp dan Telegram, sampai koneksi ke kurir logistik — ini lebih dekat ke gateway pembayaran serius daripada ke halaman creator. Kalau bisnismu menagih klien, menjual lisensi software, atau mengelola membership berlangganan, Mayar paling sedikit memaksamu menambal dengan tool lain.
Kekurangannya: justru karena berorientasi bisnis, produk digital — kategori paling umum untuk creator perorangan — kena tarif tertinggi di tabelnya, 4% di paket gratis. Paket Business Rp349.000/bulan membuat titik impasnya tinggi. Bagi creator solo yang baru mulai, sebagian besar kekuatan teknis Mayar tidak terpakai tapi tetap ikut kamu bayar lewat fee 4% itu.
Lynk.id
Kelebihannya kemudahan dan pengenalan nama. Bio-link plus katalog produk dalam satu halaman, alur pembuatan yang cepat, dan nama yang sudah familiar di kalangan creator Indonesia — pembeli tidak ragu saat diarahkan ke sana. Untuk creator yang distribusinya seluruhnya di Instagram atau TikTok dan produknya masih sedikit, ini sudah cukup.
Kekurangan yang bisa saya sampaikan tanpa mengarang: karena halaman harganya tidak bisa saya verifikasi di sesi ini, keputusanmu soal Lynk.id harus berdiri di atas pengecekan langsung, bukan artikel ini. Pakai lima poin di atas sebagai daftar periksa. Perbandingan sisi non-biaya — layout, kustomisasi halaman, alur checkout — ada di ulasan Lynk.id vs Linktree vs Avora.
Avora
Kelebihannya ada di bentuk biayanya dan cakupan produk. Tidak ada persentase yang dipotong dari harga produkmu di paket mana pun — kamu terima 100%, dan biaya layanan dibayar pembeli di atas harga produk. Efeknya penerimaanmu per penjualan gampang diprediksi: harga yang kamu tulis adalah harga yang kamu terima, tanpa perlu menghitung ulang tiap naik paket. Jenis produknya juga lebar: digital, kursus, event dan tiket, konsultasi 1:1, donasi, produk fisik, sampai blog per-creator untuk menarik trafik pencarian. Afiliasi, email marketing, kupon, review, analitik, dan anggota tim ada di dalam, tanpa perlu langganan setingkat Rp349.000.
Kekurangannya harus disebut terang-terangan. Pertama, 5% di paket gratis adalah angka tertinggi di antara tarif paket gratis yang bisa saya verifikasi di artikel ini — Mayar memungut 4% untuk produk digital di paket Starter-nya. Jadi kalau kamu bertahan lama di paket gratis dengan omzet kecil, Avora bukan yang paling murah. Kedua, Avora lebih muda dari Lynk.id dan Mayar, jadi pengenalan namanya di mata pembeli belum sekuat keduanya. Ketiga, kalau kebutuhan utamamu invoicing B2B, penagihan berulang, atau integrasi API ke sistem internal, Mayar tetap pilihan yang lebih tepat — dan saya tidak akan menyarankan sebaliknya cuma karena ini blog Avora.
Tipe creator yang cocok untuk masing-masing
- Pilih Mayar kalau kamu menagih klien lewat invoice, menjual lisensi atau SaaS, mengelola membership berlangganan, atau butuh API dan otomatisasi ke sistem lain.
- Pilih Lynk.id kalau kamu creator sosial media dengan satu sampai lima produk, ingin cepat jadi, dan nilai lebihnya ada pada halaman bio-link yang sudah dikenal audiensmu — setelah kamu cek sendiri tarifnya hari ini.
- Pilih Avora kalau kamu ingin penerimaan per penjualan yang utuh dan mudah dihitung, katalogmu beragam, atau kamu ingin menumbuhkan penjualan lewat afiliasi dan email dalam satu tempat. Perlu diingat biaya layanan tetap ada — hanya saja dibayar pembeli, jadi bandingkan juga harga akhir yang mereka lihat.
- Belum perlu pindah kalau penjualanmu masih beberapa transaksi sebulan. Di volume itu selisih ketiganya cuma puluhan ribu rupiah, sementara ongkos migrasi — waktu, link lama yang mati, pembeli yang bingung — jauh lebih besar.
Tiga jebakan saat membandingkan ketiganya
- Lupa biaya kanal dan penarikan. Fee platform 3% dengan penarikan berbayar bisa kalah hemat dari 4% dengan penarikan gratis, kalau kamu sering mencairkan dana dalam jumlah kecil.
- Mengambil angka dari artikel blog, termasuk artikel ini. Halaman harga berubah tanpa pengumuman — tabel perbandingan mana pun adalah titik awal riset, bukan dasar keputusan.
- Mengira ganti platform akan menambah pembeli. Ketiganya sama-sama tidak memberimu trafik gratis — tidak ada pengunjung yang kebetulan lewat seperti di marketplace. Semua pembeli tetap kamu yang bawa. Kalau penjualan seret, masalahnya hampir selalu distribusi, bukan platform.
Soal pajak, jangan ambil angka dari sini
Penghasilan dari ketiga platform ini tetap objek kewajiban perpajakan, dan perlakuannya berbeda tergantung status usahamu — orang pribadi, UMKM, atau badan. Saya sengaja tidak mencantumkan tarif apa pun karena aturannya berubah dan salah kutip bisa merugikanmu. Rujuk ke pajak.go.id, dan kalau omzetmu sudah signifikan, bicarakan dengan konsultan pajak. Satu kebiasaan yang membantu sejak awal: unduh laporan transaksi bulanan dari platform yang kamu pakai, supaya pembukuannya tidak perlu direkonstruksi belakangan.
Jadi, pilih yang mana?
Mayar untuk bisnis yang berjalan di atas invoice dan integrasi. Lynk.id untuk yang butuh halaman creator cepat dan familiar. Avora untuk yang ingin penerimaannya utuh dan mudah diprediksi tanpa memikirkan potongan per paket, dan mau afiliasi serta email dalam satu tempat.
Tapi cara paling aman memutuskan bukan memilih pemenang di atas kertas. Buat satu produk yang sama di dua platform kandidat, arahkan trafik yang setara selama satu sampai dua minggu, lalu bandingkan dua hal: berapa yang benar-benar masuk ke rekeningmu, dan berapa persen pengunjung yang jadi membeli. Data satu minggu dari audiensmu sendiri lebih bernilai daripada tabel perbandingan mana pun, termasuk yang barusan kamu baca. Konteks yang lebih luas ada di panduan platform jualan produk digital terbaik 2026.
Kalau setelah menimbang tabel di atas kamu mau melihat rincian paket Avora sendiri, semuanya ada di halaman harga — paket gratisnya cukup untuk menguji satu produk lebih dulu sebelum memindahkan apa pun.
Mulai jualan di Avora hari ini
Buat halaman bio-link, tambahkan produk, dan terima pembayaran lokal dalam hitungan menit.
Daftar GratisArtikel Lainnya
Jual Produk Digital di Shopee atau Toko Sendiri? Ini Hitungannya
Bandingkan take-rate marketplace plus biaya iklan internal vs toko sendiri, aturan produk digital, dan siapa yang benar-benar memiliki data pembelimu.
Jualan Produk Digital Perlu Badan Usaha atau Tidak? Ini Kapan Waktunya
Jualan online perlu badan usaha atau tidak? Ini pemicu nyata yang bikin PT atau CV jadi perlu, beda NIB dengan badan usaha, dan urutan mengurusnya.